Mengenal Sultan Najamudin penyiar Islam dari Abal

Mengenal Sultan Najamudin penyiar Islam dari Abal

 

TA–Hulnani: Sultan Najamudin lahir di Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut -NTT pada tahun 1425 Masehi, dan diberi nama Oil Lelang.

Kisah Oil Lelang mengenal Agama Islam diawali dari pertemuaannya dengan awak kapal dari jawa yang sedang mendarat di Pantai Alor Kecil. Dari pertemuan itulah, Oil Lelang yang saat itu berumur 15 tahun berlayar ke Jawa ( tahun 1440 masehi).

Kapal yang membawa Oil Lelang akhirnya mendarat di bagian timur Pulau Madura , tepatnya di Gersik. Disanalah Oil Lelang bertemu dengan Sultan Giri yang kemudian mengajar dan mendidik Ilmu Agama Islam kepada Oil Lelang.

Di dalam Istana Kesultanan, Oil Lelang banyak belajar Ilmu Islam selama 30 tahun dan mendapat gelar Sultan Najamudin pada usia 45 tahun (tahun 1469 masehi).

Pada tahun 1470, Sultan Najamudin kembali ke Alor bersama istri yang dinikahinya di Jawa bernama Staning (putri gurunya) dan menetap di Alor Besar.

Namun pada tahun 1471 Sultan Najamudin bersama Istrinya pindah ke kampung halamannya di Hulnani dan memperkenalkan Agama Islam. Pada tahun 1480 masehi, Sultan Najamudin bersama Istri dan beberapa rekannya kembali ke Jawa guna mendalami ajaran agama Islam. Setahun kemudian Istrinya Staning meninggal dunia di kampung halamannya di Gersik.

Setelah 2 tahun mendalami ajaran Islam di Gersik. Pada tahun 1483, Sultan Najamudin dan rekan-rekannya kembali ke Alor lalu menetap di Alor Besar selama setahun dan sempat mendirikan Masjid.

Pada tahun 1485, Sultan Najamudin dan rekan-rekannya pindah ke Hulnani. Di Hulnani ia menikah dengan seorang putri dari oa’mate bernama Hulteng Bung Aring.

Sultan Najamudin pulang ke Rahmatullah pada usia 102 tahun ( tahun 1527 masehi ) dan di makamkan didalam Masjid Al-Anshar Hulnani.

Riwayat ini berdasarkan catatan yang diambil TEROPONG ALOR (03/05), dari penjaga makam Sultan Najamudin bernama Bapak Sokan Tehing . (ito)