PRPG NTT di Bukapiting, Wagub Litelnony Minta Pemuda ‘Perangi’ Human Trafficking

PRPG NTT di Bukapiting, Wagub Litelnony Minta Pemuda ‘Perangi’ Human Trafficking

BUKAPITING, (TEROPONG ALOR) – MARAKNYA kasus human trafficking (perdagangan manusia) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa tahun terakhir cukup menyita perhatian semua pihak. Pasalnya, kasus kejahatan kemanusiaan ini kembali diangkat dalam event keagamaan, Pertemuan Raya Pemuda Gmit atau yang disebut Musyawarah Pelayanan Pemuda Sinode NTT ke V (lima) yang digelar di Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut (ATL) Rabu, (5/10/16).

Dalam moment itu, Pemerintah mengajak pemuda gereja untuk bersama memerangi kasus kejahatan kemanusiaan tersebut. “Saya mengajak para pemuda gereja untuk bersama memerangi human traficking, dan masalah sosial lainnya seperti HIV yang kini menjadi pergumulan masyarakat NTT. Saya berharap¬† pemuda gereja harus kuat dan terlibat lebih dalam terkait mencuatnya sejumlah permasalahan sosial yang dialami masyarakat NTT,” kata Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Benny Litelnony dalam sambutannya pada pembukaan PRPG NTT ke V di Bukapiting.

“Tidak lupa juga kita terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi ditengah masyarakat seperti HIV, Human Traficking dan lainnya. Masalah ini memang menarik sekali. Polda NTT telah menangkap 32 orang sebagai tersangka penyalur dan lainnya. Harus kita perangi ini dan pemuda harus kuat. Pemuda harus memberikan informasi kalau ada terjadi hal-hal seperti itu. supaya sama-sama kita bisa mencegah itu,” ajak Litelnony dalam sambutannya.

Menurut Litelnony, berbagai masalah sosial kemasyarakatan mesti menjadi topik perbincangan. Dengan begitu, pemuda gereja dapat menjalankan perannya secara baik dalam merespon sejumlah permasalahan dinamika kehidupan jemaat, seperti keterampilan pemuda turut serta dalam pembangunan jemaat termasuk peningkatan kesejahteraan jemaat. “Saya kira pemuda juga tidak boleh berpangku tangan. Pemuda juga dituntut untuk bekerja keras. Dalam hal ini bekerja sama dengan gereja dan pemerintah dalam wilayah kita masing-masing. Keterampilan itu sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan jemaat. Keterampilan itu juga penting dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga dan jemaat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, menjadi seorang pemuda gereja, harus melewati beberapa tangga kesulitan baik secara alamiah maupun struktur. Secara alamiah, kata Litelnoni, dalam kegiatan kepemudaan tersebut menempah dirinya untuk menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang. “Saya kira kita juga pernah menjadi pengurus gereja sehingga kami ditempa dengan berbagai macam cara sehingga kami bisa lolos menjadi pelayan sesuai dengan ladang kita masing-masing. Majelis Sinode berhadapan dengan jaman globalisasi yang sangat besar. Bagaimana bisa memperkuat eksistensi pemuda GMIT. Selalu ditantang dengan badai yang besar. Sehingga kehadiran KMK di sini menjadi penting untuk memberikan informasi bagaimana eksistensi pemuda diwilayah masing-masing,” jelas Litelnony

Dia berharap, lewat musyawarah pemuda GMIT tersebut dapat membawa hasil yang konkrit untuk membantu pelayanan dan juga terbangunnya komunikasi yang baik antara pelayanan, pemuda dan jemaat. “Pengalaman dalam organisasi bahwa kita tidak boleh mencari tahu siapa tetapi apa yang ada di dalamnya (penyebab) sehingga bisa mencari solusi. Pemuda juga harus eksis dalam wilayah masing-masing. Sehingga pembangunan iman jemaat tetap kuat dan memiliki kekompakan yang lebih baik,” harap Litelnoni.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Gmit Sinode NTT, Winston Rondo dalam arahannya menjelaskan, pertemuan akbar ke V kali ini yang digelar di Bukapiting dihadiri¬† 44 Klasis di NTT dan 3 Klasis tidak. Dia merasa bangga karena pertemuan akbar yang digelar periode sebelumnya biasanya hanya dihadiri sekitar 30 Klasis. “Pertemuan kali ini sangat luar biasa karena dihadiri 44 Klasis. Padahal biasanya hanya 30an Klasis yang hadir,” ungkapnya.

Dia menyampaikan terimakasih kepada Sinode NTT, Pemerintah, DPRD serta semua pihak atas dukungannya sehingga bisa memimpin organisasi kepemudaan kristen ini selama 15 tahun. Menurut dia, selama dalam kepemimpinannya belum mampu membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik. “Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami selama 15 tahun. Kami percaya bahwa selama 15 tahun kami belum mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Dalam musyawarah ini, siapapun yang akan terpilih menggantikan kami, akan kami dukung dalam pelayanannya,” katanya.

Ketua Panitia PRPG ke V Hopni Bukang,SH menyatakan, kegiatan ini akan berlangsung Tanggal 05-12/10/16. Dia menyatakan, kegiatan ini terlaksana atas dukungan anggaran Pemerintah dan DPRD baik Provinsi maupun Kabupaten. Selain itu, adanya dukungan anggaran juga dari Pemerintah Kecamatan ATL, usaha panitia, bantuan Bank NTT serta sumbangan dari para donatur. Namun, Hopni Bukang tidak menjelaskan besaran anggaran secara rinci.

Pantauan wartawan, PRPG ke V dibuka oleh Sekretaris Sinode GMIT Yusuf Nakmofa dan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub NTT Benny Litelnony. Event ini dihadiri juga anggota DPR RI Jefri Riwu Kore yang juga salah satu kandidat Calon Walikota Kupang. Hadir juga anggota DPRD NTT Ans Takalapeta. Dalam pertemuan keagamaan ini, juga dideklarasikan lima poin pernyataan sikap Pemuda Gmit. Yaitu, dukung gerakan tanam air, dukung sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), hentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hentikan perdagangan manusia dan dukung gerakan anti narkoba. (JOKA)