Peserta bimtek sampaikan persoalan parawisata

Peserta bimtek sampaikan persoalan parawisata

Kalabahi-TA: Dalam kegiatan Bimbingan Teknik Pengelolaan Desa Wisata Bagi Pengelola Usaha Jasa Parawisata, yang dilaksanakan di Aula watamelang-Kalabahi (18/05). Sejumlah peserta menyampai persoalan parawisata.

Diantaranya, Mat Djawa : “Kondisi Pantai Wisata Mali sangat memperihatikan. Pantai ini sebagai salah satu tempat wisata andalan, tetapi sekarang jarang dikunjungi karena kondisinya yang tidak terurus”.

Kepala Desa Kopidil ” Di Desa Kami terdapat sanggar, tetapi kami jarang dilibatkan dalam kegiatan seni di Kabupaten atau luar daerah. Bahkan orang lain yang dilibatkan dalam pementasan seni dengan pakian tradisional kulit kayu, padahal pakian tradisional berasal dari wilayah kami.

Kepala Desa Alor Kecil :” Para wisatawan yang datang ke Pulau Kepa, selalu tidak melalui pemerintah Desa Alor Kecil. Bahkan pengelola pulau kepa saja tidak perna koordinasi dengan saya. Bahkan saya pernah tanya, tetapi katanya semua sudah disampaikan di Kabupaten.

Ketua sanggar Latifui Desa Lembur barat:” Para guide yang  mengantar tamu, biasanya tidak terbuka dengan kami. Bayarannya lain, tetapi kami dibayar lain.

Kadis Pariwisa Kabupaten Alor Flora Gorangmau, dalam tanggapannya mengatakan :” Sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menata daerah agar menjadi baik. Melihat kondisi daerah dengan keterbatasan anggaran, maka pemerintah harus bisa bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun daerah. Jangan mengatakan  pemerintah dalam hal ini instansi teknis tidak memperhatikan.” Semua usul dan saran akan kami tindak lanjut dan saya sudah sampaikan kepada semua staf di kantor, agar selalu ke lapangan untuk mengupdate semua informasi”. Tegas Flora. (Ito)