Pengrajin Bambu Minta Perhatian Khusus Dinas Koperasi Dan UKM Alor

Pengrajin Bambu Minta Perhatian Khusus Dinas Koperasi Dan UKM Alor

Lawahing-TA: Aktivitas pembuatan kursi dan meja dengan menggunakan bahan dasar bambu menjadi salah satu usaha masyarakat desa lawahing dalam menghidupi perekonomian dalam rumah tangga.

Pantauan teropongalor.id 08/06 di wilayah Rt 03/Rw 02 desa lawahing terlihat ada beberapa kerajinan tangan yaitu kursi bambu yang telah dikerjakan selesai dan ada pula yang belum selesai yang di susun di depan halaman tempat mereka bekerja.

Ketika teropongalor.id mencoba mewawancarai seputar pembuatan kursi bambu ini, om jitro yang adalah salah satu pengrajin kursi bambu tersebut mengungkapkan bahwa pembuatan kursi bambu ini merupakan pekerjaan mereka yang harus mereka kerjakan untuk dijual dan dapat menghidupi makan minum sehari-hari.” om wartawan, ini kita pu kerja, kita buat ko jual baru bisa beli makanan dan minuman”.

Jitro menyatakan bahwa penjualan kursi dan meja bambu dijual dengan harga 500.000/1 stel dikarenakan pembelian alat dan lokasi yang jauh sehingga harganya juga disesuaikan” om wartawan, kursi bambu ne kita jual 1 stel 500 ribu, karena semua kita beli dan lokasi juga jauh masih pikul jalan keliling jual lagi sehingga kami jual begitu” tuturnya.

Jitro menambahkan rencana pembentukan kelompok untuk membuat 1 bengkel bambu namun terkendala pada alat-alat yang belum lengkap sehingga belum berjalannya bengkel bambu tersebut. ” kita sudah buat kelompok untuk kerja kursi bambu tetapi alat terbatas jadi kita belum bisa kerja secara kelompok”.

Jitro berharap kiranya ada perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Alor dalam hal ini dinas sosial dan dinas koperasi usaha kecil dan menengah untuk dapat membantu mereka dalam pengadaan alat-alat tersebut ” saya mohon dinas yang terkait dapat membantu kami dalam pengadaan alat-alat yang kami perlukan dalam mengerjakan kursi dan meja bambu, sehingga kelompok kami dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sebagaimana mestinya,” tandasnya. (Dako).