Part I, ” Berikan pendidikan dan pencerahan politik, Paket Victory – Joss sampaikan Visi Misi secara terbuka “

Part I, ” Berikan pendidikan dan pencerahan politik, Paket Victory – Joss sampaikan Visi Misi secara terbuka “

 

Kalabahi, TEROPONG ALOR – Menjelang Pilgub NTT juni mendatang, masih terlihat adu pencitraan, sindir menyindir bahkan saling serang argumen antara pendukung masing-masing calon, lebih nampak terpantau dimedia sosial. Bahkan banyak kelompok masyarakat yang masih mempertanyakan seperti apa program dan ide-ide setiap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Nah, Sebagai upaya melakukan pendidikan dan pencerahan politik, paket Victory – Joss (Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef A.Nae Soi) memilih mengkampanyekan secara terbuka kepada masyarakat setiap program kerja mereka dalam membangun NTT, jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Visi dan Misi Paket Victory – Joss, sebagai berikut :

VISI: NTT BANGKIT MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA .

BANGKIT, mengandung makna filosofis dan historis yang mendalam dan membekas. Ketika bangsa lndonesia berjuang melawan penindasan dan penjajahan Belanda, para pendahulu kita sepakat untuk bersatu dan bangkit melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan bagi lndonesia.

BANGKIT adalah suatu ajakan kolektif yang sekaligus diharapkan akan menggugah semangat seluruh komponen masyarakat NTT untuk memanfaatkan semua potensi yang dimiliki dengan semangat restorasi serta bekerja keras mengejar ketertinggalan NTT dalam berbagai dimensi pembangunan.

BANGKIT melambangkan suatu tekad yang bulat untuk keluar dari suatu masa keterpurukan, masa dimana tidak melakukan sesuatu yang berarti, serta masa tidur panjang untuk berjuang melawan berbagai masalah dan ketertinggalan yakni kemiskinan, ketertinggalan dalam kualitas pendidikan, ketertinggalan dalam jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan dasar, ketertinggalan dalam pengadaan berbagai infrastruktur dasar serta ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi produksi dan Informasi.

SEJAHTERA mengandung makna pengamalan dan pengejewantahan dari sila ke-5 Pancasila yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat lndonesia dan alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 yaitu Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Pembangunan yang dilandaskan pada prinsip mengupayakan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Setelah lndonesia merdeka selama 72 tahun, NTT masih merupakan salah satu provinsi termiskin di lndonesia.

Data BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2017, tingkat kemiskinan di NTT mencapai 21,85% atau masih terdapat lebih dari 1,15 juta penduduk miskin di NTT. Selain itu, hampir separuh penduduk perdesaan tidak mendapat layanan air bersih, lebih dari 40% pemukiman penduduk tidak memiliki listrik dan 35% rumah penduduk masuk kategori tidak layak huni. lndeks Pembangunan Manusia (lPM) NTT pada tahun 2016 baru mencapai 53,13 masih jauh dibawa rata-rata nasional yang sudah mencapai 70,18.

SEJAHTERA merupakan suatu kondisi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, perumahan, air bersih, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan fisik maupun non fisik, lingkungan hidup dan sumber daya alam, berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik, mempunyai akses terhadap informasi serta hiburan, terciptanya hubungan antar rakyat NTT yang dinamis, saling menghargai, bantu membantu, saling pengertian dan menghargai, serta tersedia prasarana dan sarana publik terkait dengan supra dan infrastruktur pelayanan publik, transportasi dan teknologi yang mencukupi, nyaman dan terpelihara dengan baik.

Pemenuhan kebutuhan dasar rakyat bersifat dinamis, dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan sesuai dengan aspirasi dan tuntutan yang berkembang di masyarakat. Untuk itu prasarana dan sarana, supra dan infrastruktur dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat baik secara fisik maupun non-fisik serta kebutuhan ekonomi, sosial dan politik harus secara terus menerus mengikuti dinamika perubahan, serta dibuka ruang yang seluas-luasnya untuk mencapai kemajuan dan perkembangan bagi kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan.

Rancangan pembangunan NTT ke depan harus bersifat inklusif (lnclusive Development), melibatkan dan bermanfaat bagi semua komponen pemangku kepentingan serta menghindari adanya praktik oligarki ekonomi yang cendrung memperlebar jurang perbedaan kesejahteraan ekonomi antar kelompok pendapatan.

MISI : Perwujudan visi pembangunan ditempuh melalui misi untuk memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan, maka tujuan pembangunan yang tertuang dalam visi dijabarkan secara lebih konkrit ke dalam lima pernyataan Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi NTT 2018-2023 sebagai berikut:

1. Mewujudkan NTT BANGKIT MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA berlandaskan pendekatan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan (inclusive and sustainable developmenf).

Misi pertama ini sekaligus merupakan kerangka acuan bagi empat misi lainnya yaitu melakukan kegiatan pembangunan menuju pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT dengan prinsip inclusive yakni melibatkan semua stake holders dan dengan pendekatan berkelanjutan yang merujuk kepada empat pilar pembangunan berkelanjutan yaitu keberlanjutan dalam aspek ekonomi, aspek sosial, aspek lingkungan, dan aspek kelembagaan.

2. Meningkatkan Pembangunan Pariwisata dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat.

Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pesat pengembangan pariwisata nasional (New Tourism Teritory). NTT memiliki kekayaan sumber daya sektor pariwisata yang berlimpah. Karena itu misi ini diarahkan pada upaya optimalisasi pemanfaatannya dalam rangka untuk mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan sebagai penggerak utama (prime mover ekonomi NTT. Letak geografisnya yang strategis memungkinkan NTT menjadi salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.

3. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas lnfrastrulttur di NTT.

Misi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk mendukung berbagai aktivitas pelayanan publik dan kelancaran berbagai aktivitas perekonomian serta membuka aksesibiltas dan keterisolasian daerah-daerah perbatasan, pinggiran dan terisolir.

4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

Misi ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan berdaya saing agar mampu berpartisipasi dalam proses dan percepatan pembangunan diberbagai bidang.

5. Mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayananpublik.

Misi ini diarahkan untuk mewujudkan reformasi birokrasi melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, jujur, transparan dan akuntabel. Untuk itu dibutuhkan sumber daya aparatur yang profesional, kelembagaan yang tepat fungsi, sistem kerja yang jelas dan terukur, kebijakan penganggaran yang efisien, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mencapai pelayanan prima serta mampu merumuskan berbagai kebijakan berbasis penelitian (reseorch-based policy).

Bersambung Part II : Tujuan dan Sasaran. (ito)