Mau Wisata ke Alor? Simak Tips Ini…

Mau Wisata ke Alor? Simak Tips Ini…

Teropong Alor – Pernahkah Anda mendengar tentang Alor? Alor adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki dua pulau utama, yaitu Pulau Alor dan Pulau Pantar. Kabupaten ini letaknya langsung berbatasan dengan negara Timor Leste.

Karena lokasinya yang berada di wilayah timur Indonesia, pulau ini tidak sepopuler Bali maupun Lombok. Padahal wisata alam, terutama pantainya sangat tidak kalah menawan. Sebagian pantai yang ada di Alor masih tergolong sepi karena akses menuju ke sana masih cukup sulit. Namun, bukan tidak mungkin kita dapat menikmati eksotisme pantai di wilayah Alor.

Transportasi udara menuju Alor. Kita bisa menggunakan penerbangan dari Jakarta dengan tujuan ke Kupang, untuk menuju Alor. Sesampainya di Bandara El Tari, Kupang, kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan penerbangan menuju Bandara Mali di Kota Kalabahi, ibu kota Alor. Hanya saja, rute penerbangan menuju Kalabahi masih sangat terbatas karena hanya terdapat beberapa maskapai saja yang melayani penerbangan kesana. Dari bandara Mali, kita bisa menempuh perjalanan darat ke pusat kota yang hanya berjarak sekitar 7 km ini.

Transportasi laut menuju Alor. Selain melalui perjalanan udara, wisatawan juga bisa menaiki kapal laut dari Kupang dengan tujuan Pelabuhan Kalabahi. Pelabuhan ini cukup ramai karena melayani arus lalu lintas laut bagi kapal penumpang, niaga dan kargo, serta perahu tradisional. Semua kapal mempunyai jadwal yang beroperasi menghubungkan Kalabahi dengan desa-desa di Alor maupun daerah-daerah di wilayah NTT.

Transportasi selama di Alor. Sarana angkutan umum hanya ada di Kalabahi. Untuk ke wilayah kecamatan lain biasanya warga menggunakan kapal kecil ataupun oto penumpang. Oto adalah sebutan untuk truk yang diubah menjadi angkutan penumpang. Biaya naik oto dari Kalabahi ke Alor Timur seharga sekitar Rp 30.000. Sementara untuk angkutan di dalam desa atau antar desa, wisatawan bisa menggunakan ojek seharga Rp 10.000 hingga Rp 30.000 tergantung jarak yang dituju. Sebagai saran, pengunjung bisa mengakrabkan diri dengan warga setempat. Jika sudah akrab, warga setempat biasanya akan menawarkan bantuan transportasi dengan cuma-cuma.

Akomodasi dan akses perbankan. Di Kalabahi, terdapat beberapa penginapan. Namun untuk kecamatan lain di luar Kota Kalabahi, jarang ditemui penginapan sehingga pengunjung yang berencana menginap harus menumpang di rumah warga dengan kesepakatan tertentu sebelumnya. Beberapa fasilitas umum seperti bank dan ATM juga cukup banyak tersedia, terutama di Kota Kalabahi.

Kuliner. Wisatawan cukup sulit menemukan rumah makan, kecuali di Kota Kalabahi. Kisaran harganya sedikit lebih tinggi daripada harga normal di Pulau Jawa. Kuliner khas Alor adalah kenari, jagung titi, dan kue rambut. Ketiganya mudah ditemui di pasar tradisional Kalabahi. Alor juga dikenal dengan sebutan kota kenari. Ketiga makanan khas tersebut bisa didapat dengan harga murah. Dengan uang Rp 50.000 pengunjung bisa mendapatkan satu kardus sedang berisi ketiga makanan khas tersebut.

Akses sinyal. Untuk kecamatan di wilayah timur Alor, sinyal hanya didapatkan untuk satu provider nasional saja. Itupun hanya mencakup satu desa tempat menara BTS provider berada. Masih banyak desa yang tidak mendapatkan jangkauan sinyal, bahkan di wilayah perbatasan warga justru mendapatkan sinyal dari provider Timor Leste. Untuk daerah-daerah tersebut, masyarakat yang ingin berkomunikasi harus menggunakan telepon satelit.

Listrik. Beberapa kecamatan di wilayah Alor sudah menikmati listrik 24 jam penuh. Namun wilayah-wilayah lain seperti di Alor Timur, listrik hanya menyala di malam hari mulai jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Itupun hanya untuk menerangi rumah-rumah, sementara untuk penerangan jalan masih sangat minim. Ada beberapa desa yang sama sekali belum ada sarana listrik, salah satunya di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur. Warga desa tersebut harus menggunakan genset untuk mendapatkan listrik. Namun, saat ini sedang dikembangkan pembangkit listrik dengan tenaga air laut di desa Elok.

Objek Wisata di Alor. Apa saja yang bisa menjadi tujuan wisata di Alor? Sebagai kabupaten yang dikelilingi laut, pengunjung bisa menikmati diving di Pulau Pantar yang bisa dijangkau dengan menaiki speed boat dari Kalabahi. Di sekitar Pulau Pantar, terdapat 18 titik selam yang dikenal dengan sebutan “Baruna’s Dive Sites at Alor”. Selain diving, ada jenis objek wisata baru yang ditawarkan Alor yaitu wisata perbatasan. Dari Kalabahi, pengunjung bisa melakukan perjalanan darat ke Desa Maritaing di Kecamatan Alor Timur sebagai desa terdepan di perbatasan Indonesia.

Sumber : kompas.com