Laoemoery: tenaga medis jangan minta mutasi lagi

Laoemoery: tenaga medis jangan minta mutasi lagi

Kalabahi–TA : Kisah kematian bayi ruben asal Pureman yang diberitakan media ini beberapa waktu lalu, rupanya mengundang reaksi sejumlah aktivis dengan menggelar demonstrasi hari ini, jumad (13/05).

 

Demonstrasi yang dilakukan oleh Forum Pemerhati Rakyat Alor ini, memulai titik star di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kalabahi dan titik akhir di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

 

Salah satu tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran yakni terkait penempatan tenaga medis yang belum memadai disetiap puskemas yang berada wilayah pedalaman
” Kami minta Dinas KesehatanĀ  menempatkan tenaga medis disetiap puskesmas yang berada dipedalaman, supaya masyarakat disana bisa terlayani secara cepat”. Terang seorang aktivis Dematrius Mautuka.

 

Kepala Dinas Kesehatan dr. Christine Laoemoery, dalam menjawab tuntutan tersebut. Menyampaikan : ” Kami sudah upayakan agar tenaga medis ditempatkan diseluruh fasilitas kesehatan, hanya saja banyak juga tenaga medis yang sering minta mutasi. Makanya sekarang ini saya tegasĀ  “jangan ada tenaga medis yang minta mutasi lagi”, bisa mutasi kalau alasan mendasar seperti sakit keras atau keamanan terganggu.

 

” kami telah siapkan strateginya, nantinya kami hanya siap formasi disetiap fasilitas kesehatan. Tenaga medis yang akan menentukan, mereka mau bertugas dimana. Sehingga tidak alasan untuk minta mutasi”. Ujur Laoemoery. (Ito)