Kasus Air Bersih Apui, Diduga Kontraktor Lari

Kasus Air Bersih Apui, Diduga Kontraktor Lari

Kasus proyek pembangunan instalasi air bersih di Apui, Alor Selatan, ditanggapi serius oleh pihak kontraktor CV Yobeyanto. Sebab, pihak kontraktor merasa sudah melunasi semua tagihan.

Pimpinan CV Yobeyanto, Dewi, kepada wartawan TEROPONG ALOR, mengatakan: “Kami sudah bayarkan upah pekerja dan material senilai Rp 18 juta kepada bapa Thobias Lapenangga,” katanya.

Dijelaskan Dewi, proyek itu didapatkan Thobias Lapenangga yang mantan Kadis Pekerjaan Umum, Kabupaten Alor. Namun, Thobias tidak punya periusahaan. Lantas Thobias pinjam bendera CV Yobeyanto.

Dalam praktik pekerjaan proyek, pinjam bendera adalah hal biasa. Pihak yang mendapatkan proyek akan memberikan ‘fee pinjam bendera’ kepada badan usaha yang dipakai.

Dalam kasus proyek pembangunan instalasi air bersih di Apui, Thobias Lapenangga menggunakan bendera CV Yobeyanto sebagai kotraktor. Ternyata kontraktor belum membayarkan upah pekerja dan tunggakan pembelian material Rp 17 juta.

Dewi mengatakan: “Saya sudah kasih uang kepada bapa Thobias Lapenangga. Ada bukti kwitansi. Tapi dia yang tidak mau bayarkan ke pekerja dan material,” ujranya.

Dewi sudah beberapa kali dikomplain pekerja dan pihak toko material. Dewi juga menghubungi Thobias, tapi tidak berhasil. HP mati, juga tidak ada di rumahnya.

“Dia mungkin sudah menghilang dari Alor. Saya telepon dia tapi tidak diterima,” tandas Dewi.

Camat Alor Selatan, Jhon Brusen yang dikonfirmasi wartawan mengakui adanya kasus dimaksud. “Menang, saya dengar proyek air bersih Apui bermasalah,” katanya.

Menurut Brusen, jika kontraktor atas nama Thobias Lapenangga tidak membayar upah kerja dan pembelian material, maka disarankan kepada pemuda Apui untuk melaporkan ke Polisi. (joka)