Dokter Maya Ngaku Kepala Puskesmas Buraga akan Dimutasikan

Dokter Maya Ngaku Kepala Puskesmas Buraga akan Dimutasikan

Kalabahi-TA: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Alor, dr. Maya Blegur mengungkapkan Kepala Puskesmas Buraga Kecamatan Alor Barat Daya (Abad), Nindus Bungsai akan dimutasikan. Salah satu indikator adanya laporan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang tidak maksimal, seperti diberitakan media ini sebelumnya.

Dokter Maya yang sedang berada di luar daerah dihubungi menggunakan ponsel pribadi salah satu anggota DPRD Alor Rabu,  (18/5/16) karena wartawan tidak miliki nomor teleponnya. Meski belum diketahui jabatan baru Kepala Puskesmas Buraga itu, tetapi Dokter Maya mengakui yang bersangkutan namanya sedang diusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Alor. “Iya… Kepala Puskesmas Buraga salah satu yang namanya sedang diusulkan untuk dimutasikan. Karena adanya laporan masyarakat ke Dinkes,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, dunia kesehatan di Kabupaten Alor rupanya sudah berjalan tidak sesuai misinya. Pasalnya, sebagian masyarakat di pedesaan masih keluh kesah atas pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.  Petugas medis yang ditempatkan di Puskesmas/Pustu di pedesaan tidak konsisten dalam melayani masyarakat. Maka tidak heran Dinas Kesehatan Kabupaten Alor terus disoroti publik Alor hingga aksi demonstrasi.

Hasil penulusuran wartawan ke Puskesmas Buraga Desa Tribur Kecamatan Alor Barat Daya (Abad) Senin, (16/5/16) menemukan hal yang sama. Masyarakat Desa Tribur dan beberapa Desa sekitarnya kecewa terhadap kinerja Kepala Puskesmas Buraga, Nindus Bungsai. Alasannya, Kepala Puskesmas Nindus jarang berada di tempat tugas.

Tokoh masyarakat Desa Tribur, Burhan Manawali kepada wartawan mengungkapkan Kepala Puskesmas Nindus Bungsai jarang ada tempat tugas. “Niman…masyarakat disini kecewa sekali dengan Kepala Puskesmas. Bapa tua lebih banyak tidur di Kalabahi. Biasa empat bulan atau lima bulan baru dia naik satu kali tapi langsung kembali Kalabahi. Orang sakit datang di Puskesmas ju beliau malas tahu. Nanti bawahan dong yang ada sibuk urus,” kisah Burhan.

Dia menambahkan, mobil Puskesmas untuk Buraga juga tidak pernah digunakan melayani masyarakat yang sakit. “Itu mobil ada sopir tapi bukan sopir yang ada bawa. Kepala Puskesmas yang ada pakai pigi datang dengan mobil jadi baru-baru dia dengan sopir hampir berkelahi. Kalau ada orang sakit parah, tidak bisa jalan seperti ibu hamil mereka kesulitan. Lebih parah kalau ada orang sakit, Kepala Puskesmas minta keluarga harus bayar administrasi dan beli bahan bakar baru mobil bisa pakai jemput,” katanya.

Burhan mengakui belum lama ini ada seorang ibu hamil dari Kampung Lapang Baru yang mau melahirkan tetapi terpaksa meninggal. “Masyarakat disini sangat kecewa dengan Kepala Puskesmas. Banyak orang sakit tidak bisa jalan tetapi dia tidak kasih mobil di sopir untuk jemput. Kalau Kepala Puskesmas yang lama itu baik sekali,” tandasnya.

Hasil pantauan wartawan Kepala Puskesmas Buraga, Nindus Bungsai tidak berada ditempat. Di salah satu ruangan ada seorang pasien jatuh dari pohon kelapa sedang menjalani perawatan. Salah seorang bidan menyatakan Kepala Puskesmas Buraga Nindus Bungsai sedang berada di Kalabahi. (joka)