Deny Maata: Pemda Alor Jangan Diam Soal Penutupan Ruas Jalan Menuju Takpala

Deny Maata: Pemda Alor Jangan Diam Soal Penutupan Ruas Jalan Menuju Takpala

Kalabahi-TA: Salah satu obyek wisata yang menjadi Icon kabupaten alor yaitu kampung tradisional Takpala berdampak besar pada ekonomi masyarakat dan kunjungan wisatawan lokal dan asing akan berkurang hal senada di sampaikan oleh aktivis Nusa kenari, Deny maata yang menghubungi teropong alor.id.

Deny yang juga mantan ketua umum himpunan mahasiswa alor undana pada hari ini 06/06 – 2016 kepada teropong alor.id mengungkapkan bahwa kondisi beberapa bulan terakhir kemarin tentang penutupan jalan menuju kampung tradisional Takpala desa Lembur barat kecamatan Alor tengah utara belum digubris oleh pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata tuturnya.

Deny menambahkan penutupan jalan menuju kampung tradisional sudah ditutup beberapa bulan lalu”ini jalan su tutup dari beberapa bulan lalu tapi sampai sekarang belum buka juga ini bagaimana” para wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung di lokasi tersebut¬† menggunakan mobil, harus turun dan berjalan kaki kurang lebih 1 km menuju kampung tradisional”.

Deny berharap masalah ini dapat di selesaikan oleh pemerintah daerah bersama para desa dan sanggar yang berkepentingan mengurus kampung tradisional tersebut tandasnya

Sementara bapak martinus Kafelkai yang adalah penjaga kampung tradisional yang dihubungi teropongalor.id 06/06 pukul 18.30 melalui telepon seluler membenarkan adanya penutupan ruas jalan menuju kampung tradisional.

Tinus mengungkapkan bahwa benar telah ditutup ruas jalan menuju kampung tradisional takpala oleh pemilik tanah sudah hampir 1 tahun ” anak wartawan, jalan su tutup dari bulan maret 2015 sampe sekarang” tuturnya.

Ketika media teropong alor.id meminta konfirmasi apakah sampe malam ini masih menutup jalan, Tinus membenarkan hal itu” anak wartawan saya tidak akal, sekarang juga masih di tutup.

Tinus menyampaikan bahwa telah diadakan rapat beberapa hari kemarin bersama dengan dinas pariwisata dan telah membawa masalah ini tetapi belum ada hasilnya. ” kemarin kami sudah rapat bersama dinas pariwisata tetapi yang di bahas sanggar dan tarian saja tapi masalah penutupan jalan tidak ditanggapi padahal saya ada sampaikan itu tuturnya.

Tinus menambahkan masalah penutupan jalan telah di tangani oleh polsek Atu namun sampai saat ini kondisi itu terjadi lagi ” Polsek Alor tengah utara sudah turun 3 kali tapi sekarang juga masih di tutup.

Tinus mengharapkan pemerintah jangan diam untuk melihat kondisi ini” pemerintah jangan diam dengan masalah ini, kasihan wisatawan lokal dan wisatawan asing harus berjalan kaki kurang lebih 1 km menuju kampung tradisional sehingga saya berharap agar masalah ini dapat terselesaikan tandasnya.( Dako)