Bupati Alor : Bentrok mahasiswa di Kupang bukan masalah etnis/suku, tetapi masalah perorangan

Bupati Alor : Bentrok mahasiswa di Kupang bukan masalah etnis/suku, tetapi masalah perorangan

Kalabahi TA: Bentrok yang terjadi dikota kupang kecamatan kelapa lima kelurahan Lasiana pada (07/10) dini hari yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menewaskan satu mahasiswa asal Adonara, Xaverianus Lawan Groda, yang diduga dilakukan oleh oknum – oknum  mahasiswa Gomes Senlau dan kawan-kawan yang kini telah ditangkap 6 orang tersangka dan sekarang berada pada pihak keamanaan Polres kupang kota sesuai berita pada media online Timor Expres dan beberapa diantaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Resort Kupang Kota.

Terkait masalah tersebut Bupati Alor, Drs.Amon Djobo yang dihubungi wartawan teropongalor.id (12/10) mengungkapkan kekesalannya kepada oknum mahasiswa alor yang melakukan perbuatan tersebut serta menyampaikan  Permohonan maaf dari pemerintah Daerah kabupaten Alor kepada keluarga korban.

Amon menyampaikan bahwa apa yg terjadi itu bukan persoalan etnis,tambahnya Alor dan Flores timur (Adonara) adalah bela (bersaudara) yang dari zaman dahulu kalah telah disumpahi untuk tidak saling bertengkar, saling baku marah dan lain sebagainya ucapnya.

Djobo juga menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa alor bahwa tolong hargai keringat orang tua., “orang tua ada bersusah paya cari uang, pinjam uang untuk kasih sekolah kalian untuk itu  sekolah baik – baik agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa ini secara khusus daerah ini” pesannya.

Djobo menambahkan Daerah ini masih membutuhkan manusia yang cerdas, manusia yang mempunyai harga dan nilai untuk bekerja dan berkarya, dengan maksud itulah maka teman-teman itu pergi cari ilmu walaupun di tengah-tengah mencari ilmu itu orang tua yang bersusah payah,  Pemerintah Daerah mungkin hanya stimulan membantu tetapi tidak semua oleh karena keterbatasan Dana Daerah .

Bupati Alor pada media ini juga berpesan kepada mahasiswa alor  bahwa berlaku sopanlah terhadap orang karena mahasiswa pergi merantau untuk mencari ilmu itu nilai yang diwariskan tidak saja bagi diri sendiri tetapi juga  kepada daerah ini.

Djobo menyampaikan berulang kali bahwa kejadian ini bukan persoalan etnis tetapi orang per orang itu perlu di ketahui dan sekali lagi minta maaf kepada keluarga korban,kepada keluarga, basudara, kakak, adik yang merasa tersinggung, merasa tidak nyaman atas nama pemerintah Daerah kabupaten Alor saya  memohon maaf atas peristiwa ini.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengharapkan kepada mahasiswa Alor agar kejadian ini tidak terulang kembali dan fokuslah pada pendidikan yang sedang diguluti sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan hasil yang baik harapnya (Dako)