Bertekad Bangun Wisata Alor

Bertekad Bangun Wisata Alor

TA: PENGEMBANGAN dan pembangunan lokasi obyek  wisata di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor. Pasalnya, kedepan Pemda Alor dibawah kepemimpinan Bupati Drs. Amon Djobo dengan sebuah konsep bertekad membangun serta mengembangkan wisata berbasis masyarakat di Negeri Seribu Moko ini.

Bupati Djobo menyatakan, Pemda melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selaku dinas teknis akan bertekad untuk membangun serta melakukan pengembangan sejumlah titik obyek wisata di Kabupaten Alor. “Untuk pariwisata Alor akan dibangun dan dikembangkan. Tetapi kita  membangun pariwisata berbasis masyarakat,” kata Bupati Djobo ketika menghubungi wartawan di Kalabahi.

Amon Djobo menjelaskan, wisata dibangun berbasis masyarakat agar bisa melibatkan masyarakat itu sendiri dalam menjaga, memelihara serta melanjutkan aspek-aspek keajaiban-keajaiban anugerah Tuhan. Menurut dia, aspek keajaiban Tuhan yang diberikan itu harus dipelihara sebagai pertanggungjawaban moril bagi generasi sekarang dan akan datang.

Pada bagian lain Amon Djobo menjelaskan, perlu adanya pengembangan dan pembangunan lokasi wisata di Alor dikarenakan untuk memudahkan bagi pengunjung dengan akses transportasi udara dan biaya yang cukup murah dibandingkan ke lokasi wisata di daerah lain seperti  di Bali dan Raja Ampat. “Bali dan Raja Ampat orang sudah jenuh, kenapa karena orang mau ke tempat-tempat itu harus kasih keluar biaya 30 sampai 40 juta , sementara ke Alor aksesnya mudah yaitu 1 hari pesawat sudah bisa 4 kali dan biayanya hanya 4 sampai 5 juta,” tandasnya.

Dia menambahkan, menjadi titik pangkal dalam pembangunan tersebut pemerintah dan masyarakat mewujudnyatakan lokasi wisata di Alor menjadi daya tarik pengunjung jika terwujudnya 7 sapta pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan ramah di lokasi wisata.

Sebelumnya, Senin, (16/5/16) lalu Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Alor Flora Gorangmau,SH saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Alor menyatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pariwisata tengah melobi anggaran melalui proposal ke Kementerian Pariwisata RI di Jakarta. Anggaran tersebut untuk kebutuhan pengembangan destinasi objek wisata di Kabupaten Alor. Sedikitnya tiga titik destinasi wisata di Alor akan dilakukan pengembangan.

Flora menyatakan, bantuan anggaran yang diajukan ke Kementerian Pariwisata RI senilai Rp 100 Miliar. Dia menyatakan, anggaran itu untuk pengembangan tiga titik destinasi wisata di Alor yakni Pantai Ling Al, Pantai Delaki dan Taman Mataru. “Proposal permintaan bantuan anggaran diajukan ke Kementerian Pariwisata melalui Deputi. Destinasi wisata di Alor jika dilakukan pengembangan akan menghasilkan PAD hingga mencapai Rp 500 juta per tahun. Alor juga memiliki 50 titik diving. Saya harap DPRD bisa memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan sejumlah fasilitas di beberapa titik objek wisata,” katanya.

Ketua Komisi C DPRD Alor, Mulyawan Djawa,SH menyatakan, Dinas Parekreatif perlu bekerjasama dengan komunitas untuk lebih mempromosikan wisata Alor ke dunia luar. Mulyawan juga meminta Dinas Pariwisata agar memperkenalkan komunitas bahasa Alor ke dunia luar. “Dinas Parekteatif harus bangun kerjasama dengan Zoom Alor untuk mempromosikan seluruh objek wisata ke dunia luar. Selama ini Zoom Alor sudah banyak mempromosi Alor ke dunia luar tanpa dukungan bantuan apapun dari pemerintah,” ujarnya. (JOKA)