Anggaran ruas jalan multiyears tidak mampu penuhi target penyelesaian 2018, ” Pemerintah tidak konsisten ” MANFAAT POKIR ?

Anggaran ruas jalan multiyears tidak mampu penuhi target penyelesaian 2018, ” Pemerintah tidak konsisten ” MANFAAT POKIR ?

 

Kalabahi, TEROPONG ALOR – Tiga ruas jalan yang dianggarkan dengan sistim multiyears, bakal tidak selesai hingga batas waktu tahun 2018 mendatang, padahal waktu kesepakatan yang dibuat antara Pemda Alor dan DPRD Alor terhitung sesuai tahun jamak 2015 – 2018, dengan sumber pembelanjaan DAU (Dana Alokasi Umum) APBD Kabupaten Alor.

Pasalnya hingga 2017 ini saja, penyerapan DAU untuk pengerjaan tiga ruas jalan tersebut belum maksimal, sedangkan ketiga ruas jalan ini harus selesai dikerjakan ditahun 2018. Apalagi dalam rapat antara Pemda Alor dan Komisi-Komisi DPRD Alor di Aula Kantor DPRD Kabupaten Alor (15/11), terungkap bahwa kelanjutan pengerjaan tiga ruas jalan ini hanya terakomodir masing-masing sebesar 1 miliar rupiah dalam APBD Alor 2018 mendatang, itupun atas desakan Komisi C DPRD, meskipun DAU justru mengalami peningkatan.

Sebut saja penggunaan anggaran untuk pengerjaan ruas jalan Simpang Kalabahi-Simpang awalaha, anggaran yang baru terealisasi hingga 2017 sebesar 8,5 miliar rupiah dari total anggaran multiyears sebesar 18 miliar rupiah, maka yang tersisa 9,5 miliar rupiah namun terakomodir hanya 1 miliar rupiah dalam APBD 2018.

Untuk pengerjaan ruas jalan Moru-Maiwal total anggaran sebesar 12 miliar rupiah, tetapi anggaran yang baru terealisasi hingga 2017 sebesar 6,5 miliar rupiah, maka yang tersisa 5,5 miliar rupiah namun yang terakomodir hanya 1 miliar rupiah dalam APBD 2018.

Sedangkan ruas jalan Manmas-Lella-Kuneman, hingga tahun ini realisasi anggaran multiyears baru sebesar 7 miliar rupiah dari total anggaran sebesar 12 miliar rupiah, maka yang tersisa 5 miliar rupiah namun yang terakomodir hanya 1 miliar rupiah dalam APBD 2018.

Mirisnya semua ruas jalan tersebut masih dibangun setengah, padahal sesuai kesepatan antara Pemda Alor dan DPRD Alor, pengerjaannya sudah harus selesai tahun 2018 mendatang.

Sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat Desa Lawahing Kecamatan Kabola, Soleman Maro yang dikonfirmasi terkait kondisi jalan utama di Desa Lawahing yang sudah rusak (13/11). Kepada media ini Soleman mengungkapkan harapannya kepada anggota DPRD agar mengakomodir perbaikan jalan di Desa Lawahing kedalam Pokir anggota DPRD atau lazim disebut dana aspirasi.

” kepada Anggota DPRD, coba pandai-pandai mengatur anggaran setiap tahun agar bisa menjangkau kita, dari pada setiap tahun datang janji nanti saya kerja jalan namun tidak pernah. Nanti tiba-tiba ada program Pemerintah baru mereka datang bilang itu karena saya, itu setiap saat. “, terang Soleman.

Perlu diketahui bahwa jalan utama di Desa Lawahing yang dikeluhkan ini juga masuk dalam kategori ruas jalan Simpang Kalabahi-Simpang Awalaha. (ito)