Anggaran multiyears tidak terealisasi maksimal, ” pengerjaan sejumlah ruas jalan bakal mandek “

Anggaran multiyears tidak terealisasi maksimal, ” pengerjaan sejumlah ruas jalan bakal mandek “

Kalabahi, TEROPONG ALOR – Pengerjaan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Alor dengan sistim anggaran multiyears bakal mengalami kendala dalam penyelesaiannya.

Sebab hingga akhir 2017 ini, realisasi anggaran multiyears bagi pengerjaan ruas jalan tersebut belum maksimal. Padahal Lembaga DPRD dan Pemda Alor telah bersepakat bahwa sistim anggaran multiyears untuk pengerjaan ruas jalan tersebut dimulai 2015 dan berakhir 2018.

Sebut saja penggunaan anggaran untuk pengerjaan ruas jalan Simpang Kalabahi-Simpang Awalaha, anggaran yang baru terealisasi sebesar 8,5 miliar rupiah dari total anggaran multiyears sebesar 18 miliar rupiah.

Sedangkan total anggaran multiyears untuk pengerjaan ruas jalan Moru-Maiwal sebesar 12 miliar rupiah, namun baru terealisasi sebesar 6,5 miliar rupiah.

Lantas untuk ruas jalan Manmas-Lella-Kuneman, realisasi anggaran multiyears sebesar 7 miliar rupiah dari total anggaran sebesar 12 miliar rupiah.

Terkait hal ini, anggota DPRD Alor Moris Weni kepada media ini mengatakan, sejumlah ruas jalan yang dikerjakan dengan sistim anggaran multiyears tersebut bakal tidak selesai hingga batas waktu yang telah disepakati berakhir 2018.

” semua ruas jalan masih dibangun setengah, sedangkan sesuai kesepakatan itu harus selesai di tahun 2018. Nah, sekarang malah anggarannya cuman 200-300 juta rupiah saja dalam RAPBD 2018, na bagaimana bisa selesai. Di RKA dinas itu kosong, nihil “, ungkap Moris Weni saat dikonfirmasi wartawan, di Kantor DPRD Alor – Batunirwala (14/11).

Moris Weni juga menyayangkan ketidak konsistenan Pemda Alor dalam mengakomodir anggaran pengerjaan ruas jalan yang telah disepakati bersama Lembaga DPRD dengan sistim anggaran multiyears melalui DAU (Dana Alokasi Umum) tersebut.

” Pemda sebagai pelaksana kebijakan anggaran seharusnya mempertimbangkan aspek teknis. Akibatnya kesepakatan dibuat tetapi tidak konsistensi dengan kesepakatan tersebut. Sedangkan total DAU malah mengalami peningkatan “, terangnya. (ito)