16 Atlet Penyandang Cacat NTT Ikut Papernas di Bandung

16 Atlet Penyandang Cacat NTT Ikut Papernas di Bandung

KUPANG, (TEROPONG ALOR) – SEDIKITNYA 16 orang putra-putri penyandang cacat asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengikuti ajang Pekan Paraolimpiade Nasional (Peparnas) di Kota Bandung Propinsi Jawa Barat pada ini Rabu, (12/10/16). 16 orang atlit yang berangkat itu akan berpartisipasi dalam cabang olahraga atletik yang terdiri dari 12 orang putra dan empat orang putri. Peparnas merupakan suatu kompetisi, menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi para atlit penyandang disabilitas Indonesia.

Sebelum berangkat ke Bandung, melalui Pengurus National Paralympic Commite Indonesia peserta atlet juga melakukan audiens bersama Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya yang dilakukan diruang kerjanya pada Selasa, (11/10/16). Dalam audiens itu, Gubernur Lebu Raya meminta kepada setiap orang (para atlet), untuk terus berjuang dengan sepenuhnya, memanfaatkan daya dan kekuatan dalam diri untuk meraih prestasi. “Semoga  kekuranganmu  menjadi berkah untuk semua orang. Saya tidak memaksakan anak-anakku untuk membawa pulang medali ke NTT. Tetapi saya selalu meminta kepada setiap orang, untuk terus berjuang dengan sepenuhnya. Memanfaatkan daya dan kekuatan dalam diri, untuk meraih prestasi khusus bidang olahraga, prestasi yang diraih bisa menunjukan harga diri pribadi, harga diri cabang olahraga dan harga diri daerah. Saya berharap, pesan ini bisa dijadikan sebagai motivasi. Tidak ada prestasi yang diraih tanpa perjuangan. Jalani kompetisi, dengan memaksimalkan potensi yang kita miliki, hingga pada level tertinggi,” kata Frans Lebu Raya.

Dengan mata berkaca-kaca, Frans Lebu Raya meminta para atlet untuk bersungguh-sungguh dalam ajang tersebut. Dengan begitu, Ketua DPW PDIP NTT ini meminta para atlit agar mempersiapkan diri secara baik sebelum bertanding. “Harus optimis. Jaga kesehatan dan pola makan. Istirahat yang cukup, tidak boleh begadang. Siapkan diri, konsentrasi untuk bertanding. Jaga kekompakan dan sportivitas,” harap Lebu Raya sembari menambahkan akan berkoordinasi dengan Paguyuban Flobamora di Bandung untuk memberikan dukungan kepada para atlet NTT yang bertanding.

Ketua  rombongan atlet penyandang cacat NTT, Viktor Halengki Haning merasa bangga dengan para atlet NTT yang akan bertanding di Kota Bandung. Ia kemudian memperkenalkan satu persatu nama atlit ke hadirin audiens.  “Dari ke 16 atlet ini, ada beberapa atlet yang telah mengharumkan nama NTT hingga ke tingkat nasional. Hal ini yang membuat saya yakin akan bisa meraih 3 medali emas, 2 medali perak dan 4 perunggu. Saya atas nama rombongan meminta perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, untuk ikut di dalam event ini. Inilah kami, dengan keterbatasan kami. Kami akan berangkat, untuk mengharumkan nama NTT,” ungkap Viktor.

Ia juga mengharapkan dukungan insan pers dan media untuk tetap mengawal kegiatan ini, serta terus memberikan motivasi bagi para atlit. Dengan bersemangat, ia juga meminta dukungan seluruh masyarakat NTT.

Untuk diketahui, dari 16 atlit tersebut terdapat dua orang atlit putra tuna netra, empat orang tuna rungu, tujuh orang tuna grahita dan tiga orang tuna daksa. Mereka akan didampingi tiga orang pelatih dan tiga orang official. Dua orang diantaranya adalah Jesmina Hana Kore dan Lambertus Sabon. Turut serta satu orang manager dan satu orang tim ajun. Setidaknya rombongan yang berangkat berjumlah 24 orang.

Untuk nomor lari akan diperlombakan jarak  100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1.500 hingga 5.000 m. Ada juga lari estafet pada nomor 4×100 m dan 4x 400 m. Ada juga cabang olahraga yang akan dilombakan yakni cabang tolak peluru, lempar lembing dan lompat jauh.

Sebelumnya, sempat diinformasikan bahwa para peserta yang mewakili NTT itu telah melewati tiga tahapan seleksi. Pada seleksi tahap pertama berhasil dikumpulkan 42 orang. Dalam tahap ke dua, tersisa 28 orang. Hasil seleksi tahap ke tiga, disesuaikan dengan kondisi keuangan sehingga terpilih 16 orang peserta.

Dalam audiens bersama Gubernur NTT yang digelar dihadiri juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Drs.Nahor Talan, Kepala Biro Humas, Drs. Samuel Pakerang bersama beberapa rekan wartawan. (SP HUMAS NTT/EDIT JOKA)